Fungsi Mesin Screw Press Kelapa Sawit

Fungsi Mesin Screw Press Kelapa Sawit

Victorindokencana.com – Mesin screw press kelapa sawit berfungsi untuk mengeluarkan minyak dari buah tandan segar setelah proses sebelumnya. Sesuai dengan namanya, sistem kerjanya adalah mengepress atau memberikan tekanan demi mencapai rendemen setinggi-tingginya. Tidak lupa juga agar zat pengotor tetap minim.

Apa Itu Mesin Screw Press Kelapa Sawit ?

Mesin screw press merupakan sebuah alat yang berfungsi untuk mengeluarkan minyak dari kelapa sawit. Metode kerjanya adalah menggunakan sistem ulir atau screw. Biasanya spesifikasinya bisa saja berbeda tergantung dengan bahan bakunya seperti kopra atau penghasil lemak nabati lainnya.

Bahan dari mesin ini umumnya terbuat dari stainless steel anti karat yang sudah memiliki standar food grade. Hal ini menjadi alasan mengapa material tersebut tetap aman apabila kontak dengan bahan baku pangan seperti kelapa sawit. Sementara untuk bagian rangka, disusun oleh besi siku.

Dimensi mesin pada screw press berskala kecil umumnya berkisar antara 1000 mm x 600 mm x 1200 mm. Tegangan listrik yang dibutuhkan yakni 220V untuk penggerak berupa motor listrik. Sementara penggunaan energinya berasal dari solar, listrik ataupun elektro motor.

Bagian dan Fungsi Mesin Screw Press

Screw press sendiri berfungsi untuk mengeluarkan minyak sebagai hasil daging buah kelapa sawit. Mesin ini tersusun atas hidrolis dan worm screw yang akan bekerja pada tekanan 40 sampai 50 bar. Selain itu juga terdiri dari press cage berlubang dimana di dalamnya memiliki 2 buah  ulir berlawanan.

Minyak hasil pengepresan akan mengalir ke talang khusus oli gutter. Sementara biji dan juga ampasnya dilewatkan ke dalam conveyor cake breaker. Selanjutnya baru diproses menggunakan depericarper. Maksimal jumlah oil losses diharapkan sebesar 4% saja untuk mendapatkan rendemen maksimal.

Satu bagian yang paling umum dari mesin pengepresan ini adalah presscage dengan lubang-lubang pada dinding permukaannya. Desain ini bertujuan sebagai jalan keluarnya minyak serta ampas selama proses pengempaan berlangsung agar tidak tercampur.

Karakteristik Mesin Screw Press

Alat screw press yang umumnya digunakan pada pengolahan kelapa sawit berskala besar mampu menampung kapasitas hingga 15-30 ton setiap jamnya. Selain itu, mesin ini juga berputar setidaknya dengan kecepatan 11-12 rpm. Lubang pada dinding press cage juga diberi jarak sekitar 4 mm.

Jarak antara lubang press cage tersebut bertujuan untuk menghindari penumpukan kotoran yang terlalu banyak. Selain itu, tempat jalannya ampas dari buah kelapa sawit dibatasi maksimum sekitar 6 mm. Tujuannya agar kehilangan minyak dapat diminimalkan mungkin karena terbawa oleh sisa daging.

Alat ini juga cukup unik karena kapasitas yang diinginkan bisa disesuaikan dengan kebutuhan putaran ulirnya. Semakin tinggi kebutuhan tekanan pengempaan maka kadar rendemen minyak dalam ampas kempa juga kian rendah namun biji pengepresannya justru bertambah banyak.

Cara Merawat Mesin Screw Press

Ada beberapa kendala yang membuat cara perawatan mesin screw press memang cukup rumit. Salah satunya adalah adanya biji pecah terutama jika cangkangnya tipis sehingga membuat permukaan alat juga semakin rentan. Hal ini perlu dilakukan pembersihan secara rutin dan berkala.

Selain itu juga dikarenakan minyak yang keluar pada screw press justru lebih banyak mengandung padatan seperti pasir, seat atau lumpur sehingga terasa pekat. Keadaan seperti ini akan membutuhkan pengencer dalam jumlah tinggi sebagai penyeimbangnya demi mendapatkan rendemen secara murni.

Banyaknya zat pengotor dalam minyak memang menjadi kendala utama dari pengolahan kelapa sawit. Selain itu, uliran pada mesin ini juga mudah sekali mengalami aus. Hal ini mengharuskan para petugas juga harus sering melakukan pengecekan secara rutin agar tidak mengganggu proses produksi.

Jenis Masalah dan Kerusakan yang Ada di Mesin Screw Press

Efisiensi tekanan yang ada dalam stasiun pengepresan ini mampu menentukan jumlah minyak atau biasa disebut dengan rendemen. Namun apabila penentuannya justru kurang tepat, maka bisa mengakibatkan jumlah bii pecah selama proses pengempaan ini dilakukan.

Faktor pertama dikarenakan pemanenan buah terlalu dini sehingga membuat kadar minyak yang dihasilkan juga rendah. Kelapa sawit ketika masih mentah tentunya memiliki tekstur cenderung keras daripada umur panen seharusnya. Hal ini menjadi masalah utama dari kerusakan screw press.

Selanjutnya penggunaan tekanan yang kurang tepat juga mengakibatkan berbagai masalah selama proses pengepresan. Misalnya ampas masih basah, kehilangan minyak akan bertambah, pemisahan biji menjadi tidak sempurna hingga daya kerja dari mesin screw press menjadi terhambat.

Prinsip dan Cara Kerja Mesin Screw Press

Umumnya digunakan alat berupa screw press untuk mengambil minyak dari kelapa sawit. Proses pemisahan ini bisa terjadi akibat putaran ulir di dalamnya akan mendesak bubur buah. Selain itu, dari arah berlawanan juga tertahan ada sliding cone.

Screw dan sliding cone ini berada di dalam sebuah selubung baja yang dinamai press cage. Dinding pada permukaan ini memiliki banyak lubang sebagai jalannya minyak keluar dari bubur buah. Sementara ampasnya akan terpisah dengan melewati celah antara press cage dan juga sliding cone.

Selama proses pemisahan ini berlangsung, akan ditambahkan air panas ke dalamnya. Tujuannya adalah membuah massa bubur buah kelapa sawit tidak terlalu rapat sehingga dihasilkan viskositas minyak sesuai dengan standar. Umumnya dilakukan penambahan 10-15% dari berat total TBS.

Komponen dan Fungsi Mesin Screw Press

Screw press sendiri merupakan alat yang berfungsi untuk memisahkan minyak kasar dari serat daging buah. Ala ini dilengkapi dengan komponen berupa silinder berlubang atau biasa disebut dengan pres cylinder dimana di dalamnya terdapat 2 buah ulir secara berlawanan.

Fungsi utama dari screw press adalah pemeras brondolan yang sudah dicincang sebelumnya untuk dilumat pada digester sehingga mendapatkan minyak kasar. Alat ini tersusun atas 2 buah batang besi campuran berbentuk spiral dengan susunan horizontal dan juga berputar secara berlawanan arah.

Tekanan pengempaan akan diatur oleh bagian dari screw press yang bernama konus berada di ujung pengempa. Komponen ini dapat digerakkan secara hidrolik untuk bergerak maju mundur. Selanjutnya oil gutter berfungsi sebagai penampung minyak dari hasil pengempaan lubang silinder.

Makalah Tentang Screw

Ada beberapa makalah yang bisa digunakan mengenai mesin screw press ini. Pertama ialah berjudul Analisis Pengukuran Kinerja Mesin SCREW PRESS dengan Menggunakan Metode Overall Equipment Efectiveness (OEE) pada link unduhan https://repository.univ-tridinanti.ac.id/495/

Makalah berikutnya yakni berjudul Analisis Penentuan Kehilangan Minyak Kelapa Sawit terhadap Proses Pengepresan (Screw Press) yang terdapat pada Ampas Press di PTPN IV PABATU dengan link unduhan https://repositori.usu.ac.id/handle/123456789/8841

Berikutnya, yakni makalah dengan judul Pengaruh Tekanan pada Stasiun Screw Press Pabrik Pengolahan Kelapa Sawit terhadap Kehilangan Minyak dalam Ampas press pada link unduhan https://litbang.kemenperin.go.id/jtt/article/view/6381

Itulah tadi ulasan lengkap mengenai Mesin screw press kelapa sawit. Satu hal utama dari mesin ini adalah komponen berupa press cage yang memiliki lubang. Bentuk seperti ini menjadi karakteristik utamanya.

Hubungi via WA