Mesin Ripple Mill Kelapa Sawit dan Fungsi Utamanya

Mesin Ripple Mill Kelapa Sawit dan Fungsi Utamanya

Victorindokencana.com – Mesin ripple mill kelapa sawit bertujuan untuk memecah biji setiap buah tandan segar. Alat ini menerapkan gaya sentrifugal atau menjauhi pusat putaran dalam menjalankan fungsinya. Selama proses ini, bahan baku di dalamnya akan terpental keluar dengan kuat sehingga cangkang terlepas.

Apa Itu Mesin Ripple Mill Kelapa Sawit?

Mesin ripple mill digunakan untuk memisahkan biji dari buah tandan segar kelapa sawit. Dengan gerakan sentrifugal, membuatnya akan terdorong keluar sangat kuat sehingga menyebabkan cangkan akan pecah dan terpisah.

Dalam pabrik kelapa sawit, stasiun pemecahan biji menjadi pengolahan yang paling inti untuk mendapatkan hasil yang diinginkan. Selama proses ini dilakukan beberapa kesatuan mulai dari diperam, dipecah dan dipisahkan antara cangkangnya,

Proses pemecahan biji merupakan tahapan yang sangat berpengaruh untuk keberhasilan selama pengolahan inti. Mesin ripple mill memang menjadi alat paling utama saat dilakukan tahapan pengolahan pemisahan ini.

Bagian dan Fungsi Mesin Ripple Mill

Mesin ripple mill terdiri dari dua bagian utama yakni stationary plate dan rotating rotor. Keduanya terpasang secara menyatu dengan komponen yang berbeda. Bahan penyusunnya pun tidak sama karena memiliki fungsi kerja masing-masing.

Stationary plate tersusun atas bahan berupa high carbon steel yang memiliki permukaan bergigi sangat tajam. Bagian ini menjadi komponen paling penting untuk memecah biji agar terpisah dari cangkangnya.

Sementara rotating rotor terbagi menjadi 30 batang yang tersusun atas material berupa high carbon steel dua lapis setiap 15 barisnya. Setiap lapisannya disusun di bagian luar dan juga depan sehingga saling bergerak satu sama lain.

Karakteristik Mesin Ripple Mill

Mesin ripple mill dalam pabrik kelapa sawit merupakan sebuah unit permesinan untuk memecah buah tandan segar sehingga terjadi perubahan fisik. Proses ini dilakukan setelah dilakukan tahap fermentasi sebelumnya.

Alat penggerak utama dari mesin ini adalah berupa motor listrik. Fungsinya yakni akan menggerakan ripple mill yang berisikan dengan biji kelapa sawit. Selama proses pemutaran, buah tandan segar saling memecah dan membentur dinding.

Salah satu karakteristik dari mesin ripple mill adalah penerapan gaya sentrifugal yang digunakan. Putaran rotornya memang sangat tinggi sehingga biji akan masuk ke lubang rotor dan terbawa ke lempengan siku untuk kemudian terlempar membentur dinding.

Cara Merawat Mesin Ripple Mill

Sistem perawatan mesin ini memang berhubungan erat dengan produktivitas pabrik itu sendiri. Pasalnya berkaitan pada tingkat kesiapan setiap unit alat sebelum digunakan selama proses produksi dilakukan.

Produksi inti sawit tentu akan terganggu apabila terjadi kerusakan sehingga mengalami penurunan produktivitas. Hal ini mengharuskan perawatan secara rutin wajib dilakukan agar proses pengolahan tidak terhambat.

Beberapa cara merawat yang umum digunakan pada mesin ripple mill adalah memperpanjang umur mesin, menghindari gangguan pengolahan, memperkecil biaya reparasi serta meningkatkan efisiensi penggunaan.

 

Jenis Masalah dan Kerusakan yang Ada di Mesin Ripple Mill

Kerusakan pada mesin ripple mill paling umum terjadi dikarenakan kulit buah terlalu tebal. Hal ini menyebabkan rotor harus bekerja lebih ekstra untuk melepaskannya. Terlebih pada saat jumlahnya memang cukup banyak.

Selain itu, kerusakan lainnya juga disebabkan karena jenis kelapa sawit yang digunakan. Pasalnya beberapa diantaranya memiliki cangkang sangat keras seperti misalnya spesies Dura sehingga membuat mesin harus bekerja lebih lama.

Pengisian nut yang terlalu banyak juga menjadi salah satu alasan mesin ini mudah rusak. Kondisi ini menyebabkan rotor dan komponen bergerigi akan mengalami keausan. Hal ini membuat mesin ripple menjadi tumpul bahkan bengkok.

Prinsip dan Cara Kerja Mesin Ripple Mill

Mekanisme pemecahan mesin ripple mill yaitu dengan menekan biji menggunakan rotor bergerigi. Proses ini akan menyebabkan permukaannya menjadi pecah bahkan mengalami frekuensi pikulan cukup tinggi dari komponen rotornya.

Mesin ini juga dilengkapi dengan komponen berupa alat pengatur umpan yang berguna untuk menjamin kontinuitas biji masuk dan tetap seimbang selama satu siklus. Selain itu, juga mengkondisikan agar kapasitas tidak terlalu banyak.

Rotor yang berputar pada mesin ripple plate akan diam selama proses penghancuran. Setelahnya, bii masuk di antara dua bagian tersebut sehingga saling berbenturan untuk memecahkan cangkang dari intinya.

Komponen dan Fungsi Mesin Ripple Mill

Ada beberapa komponen utama yang menyusun mesin ini. Pertama adalah rotor merupakan bagian untuk berputar dimana tersusun atas rotor as, piringan, rotor bar, spacer ring, baut dan mur, ripple plate, bantalan, ripple side dan motor listrik.

Rotor as merupakan poros sebagai penumpu beban komponen lainnya. Sementara piringan berfungsi untuk pengapit antara rator agar tetap pada posisinya. Selanjutnya rotor bar akan berputar bersama putaran kerja yang akan memecah biji.

Spacer ring digunakan sebagai kopling antara piringan dan as. Baut serta mur merupakan alat pengikat dan dianggap paling penting meskipun ukurannya cukup kecil. Selanjutnya ada juga ripple plate dengan bentuk bergerigi pada dindingnya untuk memberikan tekanan pada biji.

Standar Efisiensi Ripple Mill

Standar pemecahan nut berkisar antara   93,58 hingga 97,26%. Ada beberapa faktor yang berpengaruh terhadap efisiensi pemecahan biji menggunakan ripple mill. Pertama adalah keadaan plat gerigi jika sedang aus atau tumpul bisa menyebabkan proses ini menjadi kurang efektif.

Jarak rotor dan plat gerigi yang terlalu rapat akan membuat persentase biji pecah menjadi semakin tinggi dan begitupun sebaliknya. Jadi harus dikondisikan agar memiliki sekat antara tidak begitu jauh demi memaksimalkan proses penghancuran.

Putaran rotor yang terlalu cepat tentu mampu menghasilkan biji hancur semakin tinggi begitupun sebaliknya. Selain itu, bentuk dari buahnya sendiri pun berpengaruh. Efisiensi pemecahan akan berkurang ketika permukaannya gepeng dan cenderung lonjong.

Cara Menghitung Kapasitas Ripple Mill

Umumnya kapasitas ripple mill yang direncanakan adalah sebesar 250 Kg untuk setiap jamnya. Artinya, mesin ini mampu memecahkan biji kelapa sawit sebanyak 250 Kg dalam 1 jam sehingga perlu diketahui beberapa faktor.

Dalam menghitung kapasitas ripple mill harus diketahui beberapa data mulai dari diameter rata-rata pada biji kasar, diameter rata-rata pada biji kecil dan juga massa rata-rata. Selanjutnya akan dihitung dengan banyak rumusan.

Pertama adalah perencanaan rotor dan jumlah biji pada ruang. Selanjutnya untuk penentuan putarannya perlu diketahui massa rata-rata biji, jumlah biji seberat 250 Kg, biji terpecah selama 1 putaran dan putaran untuk memecah 250 Kg.

Jurnal Ripple Mill

Ada contoh beberapa jurnal yang membahas mengenai mesin ripple mill. Pertama adalah Perancangan Trainer Ripple Mill Pemecah Biji Kelapa Sawit oleh Bangun Sihotang dan Benny Soebagio pada tahun 2014.

Jurnal berikutnya yakni Analisis Nilai Overall Equipment Effectiveness (OEE) pada Mesin Ripple Mill oleh Muhammad Ihsan Hamdy dan Abdul Aziz pada tahun 2017. Penelitian ini dilakukan di PT. Surya Agrolika Reksa II.

Jurnal selanjutnya berjudul Pengaruh Kadar Air (Moisture) di Nut terhadap Efisiensi Pemecahan Nut (Studi Kasus di PT XYZ) oleh Azhar Basyir Rantawi pada tahun 2018. Penelitian ini menunjukkan bahwa kadar air dalam biji kelapa sawit mampu menurunkan efisiensi pemecahan selama produksi.

Ulasan lengkap mengenai mesin ripple mill kelapa sawit mencakup mulai dari komponen, fungsi serta faktor-faktor yang mempengaruhi penurunan efisiensinya. Proses perawatan menjadi langkah penting untuk memperpanjang masa penggunaannya.

Hubungi via WA